Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Bitcoin · 29 Apr 2021 14:04 WIB ·

Apakah Bitcoin Sudah Tamat? Ini 6 Faktanya


					Apakah Bitcoin Sudah Tamat? Ini 6 Faktanya Perbesar

Bitcoin boleh dibilang sebagai keajaiban dunia setelah internet. Bitcoin membuktikan people’s money bisa menjadi lebih berharga dibandingkan dengan government money.

Kemudian what next? Apa benar bitcoin dapat menjadi mata uang tunggal dunia? mata uang di tatanan dunia yang baru, New world order.

Hari ini kita akan bongkar lebih dalam lagi mengenai bitcoin dan potensi nya menjadi mata uang tunggal dunia atau mungkin hal itu nggak akan pernah terjadi. Jadi apa Bener Bitcoin sudah tamat, Yuk kita lihat kemungkinan-kemungkinan yang membuat Bitcoin sudah tamat. 

1. Bitcoin Tidak Ramah Lingkungan

Wah ini cukup mengejutkan ya bagaimana bisa produk digital gak ada wujudnya, nggak ada bentuknya, tapi katanya nggak ramah lingkungan. Ternyata jaringan Bitcoin menggunakan listrik sebanyak 121 Tera Watt per jam, energi listrik ini sama dengan penggunaan listrik satu negara penuh seperti New Zealand, Ukraine ataupun Argentina.

Bilqis sendiri pernah mengatakan bahwa Bitcoin ini buruk untuk bumi, bukan buruk sistemnya tapi karena nggak ramah lingkungan. Saat ini Cina sendiri sedang melarang aktivitas Mining di seluruh Cina, padahal 71% miner Bitcoin saat ini berada di Cina.

Nah masalahnya miner yang kehilangan energi listrik ini enggak hanya akan kehilangan pendapatan tapi menyebabkan sistem blockchain Bitcoin menjadi terganggu karena adanya backlog transaksi, ibarat jalan di tol nih teman-teman yang dulunya pintu tol nya ada 10 sekarang cuma buka tiga gimana nggak macet.

Baca juga:  Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta

2. Kecepatan Transaksi Yang Rendah

Bitcoin hanya bisa memproses transaksi sebanyak 4,4 transaksi per detik sebagai perbandingan Paypal bisa memproses 15 transaksi perdetik sementara Visa bisa menghandle 1738 transaksi per detik, makanya menggunakan Bitcoin sebagai satu-satunya mata uang dunia itu mustahil. Mustahil kalau seluruh dunia menggunakan Bitcoin bisa dibayangkan antrian transaksinya, bisa-bisa satu transaksi di minimarket teman-teman harus menunggu sampai besoknya. Kecepatan transaksinya harus ditambah dulu dengan menambahkan blog says limitnya yang sementara ini hanya satu MB saja.

3. Terlalu Banyak Bitcoin Yang Hilang

Dari 21 juta Bitcoin yang diterbitkan 7 juta nya hilang, hilangnya berbagai sebab ada yang misalnya karena Hard Drive nya rusak ataupun Corrupt. Juga karena nilainya yang dulu dianggap nggak berharga banyak orang menyimpannya dalam hard drive dan sekarang entah dimana hard drive-nya atau mungkin komputernya sudah dijual. 

4. Bitcoin dikuasai oleh Bandar

Ya di kendaraan manapun sudah pasti ada yang namanya bandar guys dalam dunia crypto itu disebut Whale yaitu orang-orang tertentu yang memegang Bitcoin dalam jumlah yang terlampau besar. Selain Whale Bitcoin juga dikuasai oleh miner-miner tertentu, miner-miner dengan sumber daya yang luar biasa yang bisa membeli superkomputer dalam satu kompleks untuk melakukan aktivitas Mining.

Saat ini ada sekitar 18,5 juta Bitcoin yang beredar dan 40 persennya dikuasai oleh orang tertentu, dikuasai sebagian kecil investor, dan sisanya diperebutkan oleh orang-orang di seluruh dunia termasuk teman-teman dan saya. Ya memang sistem Bitcoin ini memenangkan Early adopter orang-orang yang sudah memiliki Bitcoin Jauh sebelum Bitcoin meledak.

Baca juga:  Mengenal Elon Musk dan Hubungan Antara Bitcoin & Doge

5. Bandarnya Bertengkar

Jadi saat ini para miner Bitcoin bagi dalam dua kubu, kubu yang satu kita sebut dengan bigblockers gimana bigblockers ini adalah kubu orang-orang yang ingin Bitcoin ini bisa update paling gak blockchainnya bisa ditambah nggak hanya cuma satu MB saja. Tujuannya agar Bitcoin ini bisa lebih cepat transaksinya, bisa diadaptasi oleh banyak orang dan mungkin punya kesempatan untuk menjadi mata uang tunggal. Sementara ada kubu lain yang kita sebut dengan smallblockers, mereka adalah kubu yang menginginkan Bitcoin ya tetap seperti ini, mottonya adalah slow but section nggak papa lambat yang penting aman.

Jadi ada dua visi yang berbeda di sini bigblockers ingin Bitcoin menjadi sebuah mata uang yang diadaptasi oleh banyak orang yang bisa ditransaksikan setiap hari setiap saat di berbagai macam market, yang mana Bitcoin belum bisa melakukan itu sekarang karena kecepatan transaksi. Sementara smallblockers hanya ingin Bitcoin menjadi Store of value, ingin menjadi emasnya uang digital. Menurut smallblockers dan menambah jumlah size maksimal di block Bitcoin akan mengakibatkan aktivitas mining terbatas pada orang-orang yang memiliki jumlah modal besar, karena akan dibutuhkan superkomputer yang lebih hebat lagi yang bisa disediakan oleh orang-orang tertentu.

Akhirnya mereka bertengkar hebat tapi tanpa solusi, kemudian mereka terpecah dan lahirlah Bitcoin XT, Bitcoin XT hadir untuk mengakomodasi keinginan para bigblockers. Tapi ternyata ada ‘perang’ guys. Bitcoin XT gagal karena adanya serangan Dos selama berhari-hari dan sistemnya pun tumbang, menurut teman-teman siapa ya pelakunya Kenapa Bitcoin XT harus dibunuh.

Baca juga:  Mahar Nikah Bitcoin, Emang Apa Sih itu?

Akhirnya pada 2017 mereka benar-benar terpecah lagi guys dan terjadi hardfork pada Bitcoin, Hard Fork adalah suatu keadaan dimana coin crypto terpecah menjadi dua dan lahirlah koin baru yang disebut Bitcoin Cash, dimana Bitcoin Cash ini punya limit 8 MB per Blocknya. Jadi Bitcoin cash bisa menghandle transaksi delapan kali lipat lebih banyak lebih cepat daripada Bitcoin.

Nggak sampai disitu mereka kemudian pecah lagi dan lahirlah Bitcoin SV, Bitcoin SV bisa melakukan transaksi sebanyak 2000 transaksi perdetik. Jadi sekarang Bitcoin terpecah menjadi tiga yaitu Bitcoin yang asli, Bitcoin Cash dan Bitcoin SV. Wah kacau bener ya teman-teman.

6. Nilai Bitcoin Ditentukan Berdasarkan Kepercayaan

Nilai Bitcoin bisa menjadi mahal bukan karena jumlahnya yang asal terbatas tapi tergantung pada kepercayaan pengguna, kepercayaan komunitas miner dan kepercayaan para stakeholder lain seperti perusahaan yang mau menerima pembayaran dari Bitcoin.

Apabila kepercayaan salah satu stakeholder itu runtuh, ikut runtuhlah harga Bitcoin. Hal yang sama juga terjadi pada cryptocurrency lain dan mata uang Fiat. Mata uang Rupiah menjadi berharga karena kita berada di Indonesia dan semua stakeholder mau menerima pembayaran dengan rupiah.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahar Nikah Bitcoin, Emang Apa Sih itu?

26 Mei 2021 - 15:28 WIB

Mahar Bitcoine

Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta

5 Mei 2021 - 19:02 WIB

Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta
Trending di Bitcoin