Daftar Negara yang Mendukung dan Melarang Cryptocurrency

- News
  • Bagikan
Daftar Negara yang Mendukung dan Melarang

Belakangan ini, mata uang digital atau Cryptocurrency sedang jadi sorotan publik nih karena pasar crypto mudah sekali untuk anjlok dan membuat rugi sebagian besar investor di seluruh dunia.

Salah satu penyebab dari anjloknya pasar mata uang Crypto yang membuat banyak investor di seluruh dunia merugi itu adalah karena adanya larangan transaksi mata uang Crypto dari beberapa negara di dunia.

Meskipun mendapatkan pelarangan dari beberapa negara, mata uang crypto ternyata juga mendapatkan dukungan dari beberapa negara lho, nah berikut ada deretan negara yang mendukung dan Anti pada mata uang Crypto nih.

Negara yang Melarang Cryptocurrency

1. China

Berdasarkan penelitian dari Universitas Cambridge, China merupakan negara dengan aktivitas pertambangan crypto terbesar di dunia. Meskipun begitu, di lain sisi China melarang aktivitas transaksi mata uang digital tersebut.

Baca juga:  Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta

Baru-baru ini, bank sentral China, People’s Bank of China bahkan melarang bank dan perusahaan pembayaran untuk menawarkan mata uang crypto ke nasabahnya. Hal ini pun membuat pasar crypto terjun bebas.

2. Turki

Pada 30 April 2021, Turki secara resmi menjadi negara yang melarang penggunaan mata uang crypto sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa. Larangan yang dikeluarkan Turki ini dikeluarkan setelah kolapsnya dua bursa crypto di Turki Vebitcoin dan Thodex.

Kolapsnya kedua bursa tersebut merupakan akibat kasus penipuan CEO Thodex, Fatih Faruk Ozer yang membawa kabur dana nasabah senilai Rp29 triliun.

3. India

Baru-baru ini, pemerintah dan parlemen India dikabarkan sedang merancang regulasi yang nantinya akan melarang penggunaan mata uang crypto. Dilansir dari Reuters, dalam regulasi tersebut pemerintah India juga akan menghukum pihak yang memiliki hingga menambang mata uang crypto.

Baca juga:  Mengenal Gary Gensler, Bos Baru dari SEC

Larangan ini muncul karena pemerintah India menilai mata uang crypto tidak berbentuk fisik, tidak terbuat dari logam, dan tidak memiliki cap resmi pemerintah manapun.

Negara yang Mendukung Cryptocurrency

1. Amerika Serikat

Saat ini, Amerika Serikat merupakan negara yang menaruh perhatian besar pada perkembangan mata uang cryptocurrency. Hal ini dibuktikan dengan adanya proposal kebijakan dari Presiden AS, Joe Biden yang ingin memberikan pajak bagi transaksi crypto di atas US$10 ribu.

Meskipun begitu, AS bisa terbilang merupakan negara yang tidak melarang aktivitas mata uang crypto dan melabeli mata uang digital Cryptocurrency sebagai bisnis layanan dan uang.

2. Kanada

Sejalan dengan AS, Kanada juga merupakan negara yang ramah pada mata uang digital Cryptocurrency. Canada Revenue Agency, Otoritas Keuangan di Kanada memandang mata uang digital Cryptocurrency sebagai komoditas.

Baca juga:  Apakah Bitcoin Sudah Tamat? Ini 6 Faktanya

Transaksi crypto dipandang sebagai transaksi barter, dan pendapatan yang dihasilkan dianggap sebagai pendapatan bisnis.

3. Rusia

Rusia adalah negara yang memiliki regulasi sangat ketat pada mata uang digital Cryptocurrency, namun di lain sisi Rusia merupakan negara yang mau berkolaborasi dengan mata uang digital Cryptocurrency.

Pada tahun 2017, Presiden Rusia, Vladimir Putin bahkan bertemu langsung dengan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin. Dari pertemuan itu, salah satu Bank Nasional di Rusia, Vnesheconombank bahkan bekerjasama dengan Vitalik menciptakan mata uang crypto dengan nama Ethereum Rusia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *