Mahar Nikah Bitcoin, Emang Apa Sih itu?

  • Bagikan
Mahar Bitcoine

Raja Muhammad Hasbi asal Riau memberikan 2 keping Bitcoin kepada calon istrinya sebagai mahar pernikahannya pada 6 April 2021, harga bitcoin saat itu berkisar di harga 800 juta rupiah. Jadi mahar yang diberikan adalah 1,6 miliar rupiah.

Bitcoin digunakan sebagai mahar sebenarnya bukan hal baru, Fajar Widi memberikan istrinya mahar 1 Bitcoin pada acara pernikahannya November 2017, saat itu harga Bitcoin masih berkisar 30 juta rupiah per keping.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang digital atau cryptocurrency tanpa pengawasan bank sentral yang dapat dikirim dari pengguna ke pengguna di jaringan peer-to-peer Bitcoin tanpa memerlukan perantara.

Bitcoin diluncurkan pada Januari 2009 oleh sosok misterius dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Bitcoin menggunakan sistem blockchain yang digadang-gadang sebagai sistem yang tidak bisa diretas.

Bitcoin pada dasarnya adalah file komputer yang disimpan dalam aplikasi ‘dompet digital’ di smartphone atau komputer.

Baca juga:  Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta

Kenapa Bitcoin hanya ada sedikit?

1. Di dunia hanya terdapat 21 juta Bitcoin saja, itu yang menyebabkan harga Bitcoin semakin meroket.

2.Saat Bitcoin diciptakan, pasokan mata uang fiat (uang yang diterbitkan oleh negara melalui bank sentral) di seluruh dunia bernilai sekitar AS$21 triliun. Angka itu disebut M1 Money Supply yang terdiri dari nilai total uang fisik di seluruh dunia, meliputi uang tunai, koin, cek perjalanan, dan lainnya.

3. Bila Bitcoin tumbuh menjadi mata uang tunggal dunia, maka setiap unit BTC bisa bernilai sekitar 14 miliar rupiah. Karena ada 100 juta satoshi di setiap Bitcoin, maka nilai satu satoshi akan menjadi AS$0,01 (Rp142 dengan kurs saat ini).

Kontroversi Bitcoin

  • Tidak dikontrol atau diregulasi oleh banyak negara, sehingga tidak bisa digunakan sebagai metode pembayaran yang sah.
  • Penemu Bitcoin yang misterius, tidak ada yang tahu siapa sosok sebenarnya dibalik nama samaran Satoshi Nakamoto itu.
  • Walaupun mata uang kripto menggunakan sistem blockchain, tetapi sebagian besar kejahatan kripto melibatkan penipuan, dan diikuti oleh peretasan dan ransomware.
  • Nilai Bitcoin sangat tidak stabil sehingga mudah naik-turun, dan sifatnya terdesentralisasi alias tidak dikontrol oleh bank sentral.
  • Banyak negara yang melarang penggunaan Bitcoin seperti: China, Rusia, Colombia, Thailand, Saudi Arabia, Nigeria, Israel, Vietnam, Taiwan, Ecuador, Korsel, Singapura.
Baca juga:  Mengenal Gary Gensler, Bos Baru dari SEC

Faktor Bitcoin Meroket

Pada tahun 2010, Laszlo Hanyecz memutuskan untuk menjual Bitcoin untuk pertama kalinya dengan menukar 10.000 BTC dengan dua loyang Pizza.

Mulai Oktober 2020, platform PayPal mengizinkan penggunanya membeli dan menjual Bitcoin.

Pada 2020, Guggenheim Partners, sebuah perusahaan Wall Street juga mengumumkan telah berinvestasi dengan nilai sekitar 7,7 triliun rupiah di Bitcoin.

Februari 2021, Tesla dan MicroStrategy melakukan investasi pembelian Bitcoin dengan nilai 21 triliun rupiah dan 8,7 triliun rupiah.

Pada April 2021, Bitcoin mencapai harga tertingginya yaitu sekitar 950 juta rupiah untuk 1 koin, 1 hari setelah Coinbase melakukan IPO di Nasdaq.

Bitcoin Go Public

Coinbase yang merupakan wadah pertukaran mata uang kripto, akhirnya resmi mencatatkan sahamnya di Nasdaq pada 14 April 2021.

Baca juga:  Apakah Bitcoin Sudah Tamat? Ini 6 Faktanya

Initial Public Offering (IPO) Coinbase merupakan aksi paling dinanti di Wall Street. IPO ini membawa Bitcoin mencetak rekor harga tertingginya yaitu sekitar 916 juta rupiah untuk 1 koinnya.

Coinbase menjadi perusahaan pertama yang sepenuhnya mengabdikan diri pada mata uang kripto di AS.

Kapitalisasi Coinbase diperkirakan berkisar dari 1 hingga 1,4 Kuadriliun, IPO terbesar untuk perusahaan AS sejak Facebook pada 2012.

  • Bagikan