Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta

  • Bagikan
Ternyata Begini Cerita Awal Bitcoin Sampai Jadi Ratusan Juta

Selamat datang blog OmahCoin kali ini, mimin mau bahas topik yang saat ini lagi hangat tentang cryptocurrency yang paling populer yaitu Bitcoin. Mungkin sebagian dari kamu pernah denger nih, kalau harga Bitcoin tuh sempet naik gila-gilaan selama bulan april lalu.

Padahal pas awal mulai diedarkan, harga satu Bitcoin itu nggak nyampe Rp100 pokoknya murah banget deh seolah-olah tuh nggak ada nilainya, tapi seiring berjalannya waktu harga Bitcoin tuh terus melonjak dari beberapa puluh rupiah jadi beberapa ratus rupiah, naik lagi sampai beberapa ribu rupiah, sampai harganya tuh tembus jutaan rupiah dan pada puncaknya di tanggal 14 April 2021 satu Bitcoin tuh sempet nyentuh harga Rp924,55 juta.

Coba kamu bayangin deh, satu Bitcoin yang tadinya dihargai kurang dari Rp100 naik jadi Rp924,55 juta dalam waktu sebelas tahun makanya banyak orang yang nyesel nih, coba aja dulu beli Bitcoin pas harganya masih murah mereka yang beli dan tetap menyimpan Bitcoin pasti udah jadi miliarder atau bahkan triliuner, tapi di sisi lain ada banyak juga nih orang yang jatuh bangkrut gara-gara Bitcoin kebanyakan mereka yang bangkrut itu adalah mereka yang ikut-ikutan membeli Bitcoin pas harganya tuh udah tinggi banget karena tergiur sama kenaikan harga Bitcoin yang fantastis.

Mereka tuh cuma berspekulasi kalau harganya tuh bakalan terus naik tapi nggak paham apa itu Bitcoin nah, mereka tuh panik melihat fluktuasi harga yang naik turun secara drastis dan akhirnya terpaksa jual Bitcoin mereka di harga yang jauh lebih murah dibanding harga beli dan ngalamin kerugian yang parah.

Sampai sekarang masih banyak orang yang ngomongin Bitcoin tapi sebatas tentang kenaikan dan penurunan harganya yang tinggi banget, jarang banget nih ada yang benar-benar paham apa itu cryptocurrency secara umum dan khususnya Bitcoin.

Nah makanya di artikel kali ini mimin nggak akan bahas tentang fluktuasi harga Bitcoin justru, mimin mau bahas tentang gimana sih sejarah Bitcoin? sebetulnya, apa sih tujuan pembuatan Bitcoin? apa sih fungsinya? dan apa kelebihan serta kekurangannya? Yuk kita mulai ceritanya dari sejarah cryptocurrency dan Bitcoin cryptocurrency itu apa sih? 

Sesuai namanya, cryptocurrency itu adalah bentuk simpanan digital yang proses transfernya itu pakai teknik kriptografi atau sandi rahasia, peredaran cryptocurrency ini tuh nggak dikendalikan oleh satu lembaga kayak bank sentral maupun perusahaan tertentu melainkan dengan server yang terpencar-pencar yang sifatnya terdesentralisasi.

Sebetulnya ngapain sih bikin cryptocurrency? emang ada yang salah ya sama sistem uang digital tradisional?

Nah, para penggagas awal cryptocurrency ini tuh punya pemikiran kalau perputaran uang dalam ekonomi itu harusnya bisa dilakuin setiap orang secara independen tanpa harus melalui pihak ketiga yang jadi perantara, kayak bank atau perusahaan penyedia dompet digital dan proses penerbitannya pun nggak dimonopoli oleh satu institusi kayak bank sentral.

Baca juga:  5 Tips Jadi Investor Sukses Ala OmahCoin

Karena kalau ada pihak ketiga yang jadi perantara, proses transaksi ekonomi yang terjadi tuh dimonitor dengan ketat, distribusi dan peredaran uang juga dikendalikan pakai suku bunga dan proses penerbitan uangnya dimonopoli sama bank sentral. Gak cuma itu aja, layanan penyimpanan atau proses transfer pun dikenai biaya yang lumayan mahal sama pihak bank.

Nah, cryptocurrency ini tuh hadir dan nawarin solusi supaya setiap orang itu bisa ngelakuin proses transaksi ekonomi secara independen pake sistem yang nggak bisa dikendalikan oleh siapapun tapi punya jaringan yang bisa mendokumentasikan setiap transaksi secara otomatis tanpa harus ada institusi yang mengelola.

Wah menarik banget ya idenya, sebetulnya gagasan awal cryptocurrency ini tuh sudah ada loh sejak tahun 1998. Akan tetapi saat itu, secara teknis sistem ini belum bisa diimplementasikan karena kalau tidak ada pihaknya yang mencatat setiap transaksi, setiap orang tuh jadi bisa menduplikasi uang digital sebanyak mungkin.

Nah, masalah itu akhirnya diselesaikan di tahun 2008 sama orang yang misterius banget dan pakai nama samaran Satoshi Nakamoto dengan menggunakan teknologi blockchain di bulan Januari tahun 2009, konsep cryptocurrency dengan teknologi blockchain ini tuh diluncurkan untuk pertama kalinya dan dikasih nama Bitcoin. Bisa dibilang nih, Bitcoin ini adalah cryptocurrency pertama yang sukses dibuat.

Terus gimana ceritanya sih, Bitcoin itu bisa terdistribusi ke banyak orang dan setiap orang itu bisa saling bertransaksi pakai Bitcoin?

Pertama nih, Bitcoin tuh harus punya jaringan tapi jaringan itu nggak boleh terpusat di satu server, nggak boleh dikelola sama satu perusahaan dan gak boleh ada yang ngendaliin.

Memang kenapa sih Bitcoin gak boleh ada yang mengendalikan?

Karena kalau Bitcoin itu bisa dikendalikan oleh satu pihak, ujung-ujungnya sama aja kayak mata uang digital saat ini yang dikendalikan sama bank sentral maupun oleh server perusahaan tertentu. Terus caranya gimana dong?

Caranya adalah dengan bikin banyak komputer rumahan di seluruh dunia jadi server yang terpencar-pencar dan berfungsi untuk menyimpan, merekam, dan mengkonfirmasi seluruh data transaksi Bitcoin.

Para penggagas awal Bitcoin seperti Satoshi, Hal Finney, Gavin, dkk mulai mempopulerkan konsep ini dengan cara mengajak teman-temannya untuk jadi server-server Bitcoin.

Gimana sih caranya supaya sebuah komputer bisa jadi server Bitcoin?

Nah, komputer itu tuh ditugaskan untuk menyelesaikan sandi matematika di jaringan blockchain, kalau komputer itu bisa menyelesaikan sandi matematika tersebut komputer tersebut maka akan mendapatkan hadiah berupa Bitcoin. Selain itu, komputer tersebut juga bakal berfungsi sebagai server di antara banyak jaringan server lainnya yang bertugas untuk merekam dan mengkonfirmasi proses transfer Bitcoin di seluruh dunia. Itu sebabnya nih, kenapa jaringan ini dinamakan blockchain dan orang-orang yang mengoperasikan komputer itu sering disebut sebagai Bitcoin miners atau penambang Bitcoin.

Baca juga:  Mengenal Gary Gensler, Bos Baru dari SEC

Dengan adanya jaringan server yang terpencar-pencar atau blockchain transaksi Bitcoin itu bisa dilakukan secara independen tanpa harus melalui perantara bank atau perusahaan tertentu.

Nah, ini nih nilai jual fungsional dari Bitcoin itu sendiri misalnya kamu mau transfer uang dari Indonesia ke negara lain kamu tuh bisa transfer uang lewat bank atau institusi keuangan tertentu dan bayar biaya layanan proses transfer ini tuh makan waktu beberapa jam atau bahkan beberapa hari kerja belum lagi nih, diperlukan kehadiran institusi keuangan dari pihak pengirim maupun pihak penerima di lokasi geografis masing-masing.

Dengan cryptocurrency, semua orang itu bisa melakukan transfer dari seluruh dunia hanya dalam waktu beberapa menit saja tanpa perlu ada perantara sama sekali, karena yang melakukan verifikasi transfernya itu adalah jaringan blockchain yang terpencar-pencar di seluruh dunia. Nah, di tabel ini kamu bisa melihat perbedaan cryptocurrency dengan mata uang digital tradisional lainnya.

Cuplikan layar dari 2021 05 05 19 55 48

Sayangnya, penggunaan cryptocurrency ini tuh banyak berbenturan sama hukum jadi ada banyak persepsi negatif terkait cryptocurrency, khususnya Bitcoin di fase awal. Bitcoin itu sempat populer dan dipakai sebagai mata uang dark web untuk transaksi barang-barang ilegal dan juga sebagai instrumen donasi ke wikileaks, sebuah media yang menyebarkan informasi rahasia pemerintah.

Makanya, Satoshi dulu pernah bilang kayak gini di forum kriptografi sebelum akhirnya dia ngilang dan nggak ada yang tahu identitasnya sampai sekarang. Terlepas dari itu, penggunaan Bitcoin tuh terus naik dengan fantastis sejak Maret 2010 ketika bitcoinmarket.com tuh mulai beroperasi sebagai Bitcoin exchange pertama di dunia.

Di bulan Mei 2010, Laszlo Hanyecz seorang programmer dan penggiat kriptografi untuk pertama kalinya melakukan transaksi konsumsi pakai Bitcoin, dia tuh minta member di sebuah forum untuk membelikan dua box pizza dan dia bayar orang tersebut sebesar 10.000 Bitcoin. Saat itu, satu Bitcoin tuh kira-kira sekitar Rp50 doang dan harga 2 box pizza itu setara dengan Rp500.000.

Tapi nih, saat artikel ini dibuat nilai dari 10.000 Bitcoin itu setara dengan Rp10rb trilliun bayangin deh, kenaikan harga Bitcoin sejak pertama kali beredar tuh udah jutaan persen. Nah mungkin kamu penasaran, apa sih yang bikin harga Bitcoin naik tinggi banget?

Sesuai hukum ekonomi kenaikan harga sebuah entitas selalu disebabkan sama dua hal:

  1. Banyaknya permintaan terhadap entitas tersebut.
  2. Keterbatasan atau kelangkaan dari entitas tersebut dari sisi kelangkaan.

Satoshi Nakamoto dan para programmer awal Bitcoin membatasi jumlah Bitcoin maksimal 21 juta unit Bitcoin dan jumlah tersebut itu baru akan tercapai di tahun 2140. Jadi bisa dibilang, jumlah Bitcoin itu terbatas dan nggak ada seorangpun yang bisa memproduksi lebih dari jumlah tersebut, dari sisi permintaan penggunaan Bitcoin tuh sebagai mata uang dan komoditas yang diperjualbelikan di bursa cryptocurrency dengan volume transaksi yang terus naik dari tahun ke tahun.

Baca juga:  Bitcoin Jatuh Aset Kripto Mana yang Akan Bearish dan Bullish Pekan ini?

Kamu perlu tahu juga nih, salah satu kelemahan Bitcoin itu adalah fluktuasi nilainya yang sangat agresif bayangin deh, setelah Bitcoin nyentuh harga tertingginya di Juni 2011, di angka $30 harganya tuh turun 93%, sampai menyentuh $2 di Desember 2011. Begitu juga ketika Bitcoin menyentuh harga $1.200 di November 2013 harganya itu turun 83% jadi $200, di bulan Maret 2015 dan waktu harga Bitcoin tuh menyentuh rekor tertingginya di $19.000 di akhir tahun 2017. Terus harganya itu sempet turun 84% jadi $3.000 di Desember 2018.

Makanya, terlepas dari banyak cerita manis yang kita dengar dari para investor dan penambang Bitcoin nggak jarang juga kita dengar berita buruk dari banyak orang yang ngalamin kerugian parah bahkan bangkrut gara-gara berspekulasi saat melakukan transaksi jual-beli cryptocurrency, karena fluktuasi harga yang tinggi ini tidak jarang juga pelaku pasar modal dan trader forex di seluruh dunia ikut berpartisipasi dalam perdagangan cryptocurrency untuk mendapatkan keuntungan berupa capital gain.

Di Indonesia sendiri nih, Bitcoin tuh berstatus sebagai komoditas aset digital yang bisa diperjualbelikan tapi belum diakui sebagai alat pembayaran yang sah. Hingga sampai saat ini, sudah ada banyak platform yang bisa dipakai untuk beli dan jual Bitcoin di Indonesia menggunakan mata uang Rupiah salah satunya di Indodax.

Pertanyaannya, gimana sih masa depan Bitcoin dan cryptocurrency yang lain seperti Ethereum, Bitcoin Cash, Litecoin, dan lain-lain?

Kita tidak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi di masa depan sejauh mana sih cryptocurrency ini bisa diterima oleh publik dan penggunaannya bisa semakin aktif atau malah, cryptocurrency itu ternyata cuma sebatas pada komoditas digital yang diperjualbelikan dan harganya tuh bakalan terus berfluktuasi. Berdasarkan spekulasi doang Satoshi sendiri itu pernah bilang I’m sure that in 20 years, there will either be very large transaction volume or no volume.

Nah, pada saat baca artikel ini di masa depan, berapa sih harga Bitcoin saat itu? tulis di kolom komentar ya. Apa Bitcoin bisa menembus rekor tertingginya di harga Rp924,55 juta? atau malah harganya jatuh sampai nggak bernilai lagi? Oke deh, segitu saja dulu pembahasan kali ini tentang cryptocurrency khususnya Bitcoin. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *